Pemuda Kalem Adem Ayem

Friday, May 10, 2013 - 2:35 AM WIB - 13 Comments



“Dia itu beneran kalem lho!”

Yes. Aku kira mereka semua sudah terjebak imej ‘kalem’ ala pemuda itu. Bicaranya nunduk, cuma senyum-senyum. Sesekali lihat handphone, kayak lagi nunggu telepon dari rumah sakit, “Selamat! Anak anda laki-laki!”

Pemuda itu benar-benar sabar bin tegar lho. Bayangin aja, gimanapun lelucon panas menyerempet namanya tiap hari, tapi dia tetep aja bisa senyum. Tertawa pun kalo emang gak nahan pengen ketawa. Huahahahahaha. Pertahanannya jebol!
\
Semenjak dia bergabung di komunitas menulis ini, dia sudah menjadi bulan-bulanan teman-teman. Oh tidak, mungkin tahun-tahunan. Apalagi pas inaugurasi tempo hari, ia sudah punya gelar khusus yang disematkan tidak langsung pada dirinya. Marilah kita sambut, Ariel Lubuk! Huuuuuuuuuuuuuuuu.

Anehnya pemuda ini, atau mungkin dia memang aneh, malah seperti menikmati sosok dirinya yang baru di komunitas kepenulisan ini. Sesekali ditertawakan, sesekali dihina. Bahkan hampir dijodohkan dengan rumput yang bergoyang. Sama-sama diem-diem heboh gitu soalnya.

Ketika semua orang sibuk dengan show off diri mereka masing-masing, dia malah nyantai tanpa dosa. Orang-orang udah sibuk posting tulisan berkelas, berdiksi dan berimajinasi, dia malah ketawa ketiwi kayak digelitikin telapak kakinya. Kalau ikutan kelas menulis aja, dia cuma mojok di ujung ruangan. Adem ayem. Pun sesekali idem kalo ada diminta saran. Untung gak bersarang laba-laba di pojokan.

Sampai suatu hari, di dunia tabi, aku, dia dan beberapa teman kepenulisan ngopi darat di sebuah warung kopi. Masing-masing pegang laptop. Rencananya mau update blog biar kece. Kami kan blogger bro! blogger!

Nah, problemnya nih masih sama. Ketika kami sibuk dengan laptop masing-masing, dia malah duduk-duduk ceria kayak anak autis gitu. Sesekali senyum lihat BB, sesekali senyum lirik ke kiri dan ke kanan. Eh, pas dia senyum ke arah temen aku yang satu lagi, dia nunduk. Yaiya lah nunduk, secara senyum bahagia ke sesama lelaki itu berbahaya. Bisa-bisa entar malah dianggap priadona.

Di menit ke lima puluh sembilan lebih tiga puluh satu detik, salah seorang temanku mengeluh tentang karir kepenulisannya yang masih abstrak. Andalannya cuma status keren Facebook. Paling barter mungkin catatan atau artikel di blog yang pembacanya pun cuma kami-kami doang. Aku yang merasakan nasib yang sama cuma bisa ngangguk-ngangguk tertampar statementnya yang terlalu lugu dan polos itu.

Wuzz! Mendengar pembicaraan galau kami pemuda kalem adem ayem itu pun sontak kaget. Kayak baru aja sadar dari meditasi. Untung matanya gak melotot. Bisa-bisa malah kami lemparin gelas karena mikir dia udah kesambet jin toilet tua. Habisnya gak bisa dibedain sih.

Dengan sekejap si pemuda kalem adem ayem ini segera mengambil alih kemudi laptop. Ia tarik gas, putar porsneling, tekan Control+T di browser beberapa kali. Tuts laptop berdetak cepat. Cetuk-cetuk! Tidak lama layar komputer pun mengeluarkan aura bercahaya. Seakan-akan aura kepenulisan memancar deras dari layar laptop. Zuingg! Kami terpana.

Zep! Tiba-tiba laptopnya padam. Pemuda kalem adem ayem terdiam. Aku terdiam. Yang punya laptop pun terdiam. Temanku yang satunya lagi juga ikutan terdiam dengan risol yang masih setengah masuk ke mulutnya dan kemudian berkata,
“Khenhapha? Ghemphaaa yhaaa?”

Aku pengen muntah lihat risol yang terpencet-pencet di mulutnya gak karuan itu.

Ya ampun ternyata yang punya laptop lupa ngisi daya laptopnya. Karena udah uzur, makanya kalo mati gak ada pemberitahuan terlebih dahulu gitu. Si pemuda kalem adem ayem udah keringatan dari tadi karena ngira laptopnya udah habis umur karena di keyboardnya diketuk-ketuk kuat tadi.

Lanjut.

Begitu kami menghidupkan lagi laptop itu, Wow! Terbukalah pintu hati kami. Si pemuda kalem adem ayem dengan lugas dan tangkas memperkenalkan dunia kepenulisan ala dunia maya. Dia mulai kenalin dari situs-situs kepenulisan, grup penulis, rekan-rekan penulisnya yang berskala nasional, juga isi kotak emailnya yang penuh dengan e-sertifikat menulis. Belum lagi beberapa antologinya yang sudah terbit.

Kami pun menelan ludah. Menganga melihat kekaleman pemuda itu yang mulai terkuak. Belum lagi mendengar penjelasannya tentang sejarahnya menulis, proses berteman dengan penulis-penulis nasional, sampai bagaimana ia bisa menerbitkan beberapa buku antologinya. Kalau tidak percaya, silahkan buka google, trus klik Nazri Z. Syah Nazar.

Kamipun tertampar, terjambak-jambak malah. Apalagi setelah membaca isi blognya yang penuh permainan diksi. Semua kompetisi nulis ia jabanin. Pantesan ia lebih sering diam. Mungkin aja lagi nyari ide cerita atau lagi mikir gimana kelanjutan cerita yang udah dia buat.

Ketakjuban kami pun tidak berakhir sampai di situ. Ketika membuka blognya, banyak link-link yang merujuk ke halaman website yang tercantum namanya. Dan apa itu saudara-saudara? Ia adalah seorang Rapper! Hip-hop bro! Yo come on! Yo! Yo!

Kalau tidak percaya lagi, silahkan buka ini.

Nah, masih percaya kalau ia itu kalem adem ayem?

Semenjak hari yang tidak bersejarah itu, ia udah mulai-mulai rapper di depan kami. Kadang lagi serius-serius cerita, ia pun berdiri dan menggerak-gerakkan tangannya.”Yo! Yo! Gitu bro!” untung kami ga ngidap jantung. Bisa-bisa koit juga kami hari itu.

BTW, dia orangnya baik banget. Ga ricuh mikirin orang lain. Ga perlu show off ke sana kemari. Yang penting prestasi jalan terus, tulisan berkembang terus, jaringan meluas terus. Terserah orang mau bilang apa, toh gak ada ngaruh sama kita. Yuk kita bergerak terus!

Semenjak hari itu, kami memanggilnya, guru!

Inspirasi Lainnya:

13 komentar

  1. F--------- OFF!

    "Ia adalah seorang Rapper! Hip-hop bro! Yo come on! Yo! Yo!" , huaaaek! *muntah becak!

    Itukah aku? +_+ si kalem yang aneh itu? tidak mungkin! pasti maksud si Aslan adalah Pak SBY ataupun temannya Dr. Azhari dan Nurdin M. Top..
    Aku hanyalah pemuda desa yang bercita-cita tersenyum saat dibunuh dan membunuh di negeri Syam..

    ReplyDelete
  2. hahaha *peace bg ^^

    Btw banyak yg belum tahu siapa abg. Untuk itu dengan segenap kekuatan dan inpirasi tinggi, maka aslan pun menulis tentang Zrie Kudo yang fenomenal itu. Lagu hiphopnya pun sudah di dengar. ngeri wak! haha

    ReplyDelete
  3. Hahaha,
    lawak aku bacannya..
    ngekeh sendiri di warkop..
    sampe pelayannya nanya,

    "Kenapa?"
    "Ini cerita lucu, bacalah," aku sodori ke mukanya.

    setelah dibaca, dia nanya.
    "Nazri itu siapa?" muka lugu sok cengir nggak jelas.
    "Masa nggak kenal, dia yang malam minggu maren datang ke aceh," pasang mata picik.
    "Oh, pemain piano itu ya?" dia merasa benar dan makin sok akrab.

    aku diam aja sambil balas-blas koment di Fb. Begitu aku mau minum, eh, sanger coklatku hilang dari posisinya.

    "Demi Tuhaaan! *tepok-tepok meja.
    Kau lihat aku! mana sanclatku?"

    satu warkop diam, si pelayan dengan polosnya datang bawa secangkir sanclat panas baru.

    "Maaf, kirain tadi punya orang sebelah,"

    *mohon doanya untuk warkop kebanggaanku ini, agar tidak ada lagi pelayannya yang mabuk gara-gara membaca.

    ReplyDelete
  4. Ngakak guling-guling baca komentar Aril, ckck... bener banget apa y Aslan, langsung terbuktik di layar komentar. WoW!
    :D

    ReplyDelete
  5. wah bang aril ternyataaa............. lanjutkan bang

    ReplyDelete
  6. Kak Isni : Bg Nazri memang imajinatif kak :D

    ReplyDelete
  7. Siti : Benar kan? sampai2 nama Ariel kini lebih dikenal daripada nama Nazri, apalagi Zrie Kudo

    *Cukeh bg Nazri

    ReplyDelete
  8. yo...yo!! bang nazrii.... selamat! mereka mengagumimu. :D

    ReplyDelete
  9. F--------- OFF!
    "Ia adalah seorang Rapper! Hip-hop bro! Yo come on!
    Yo! Yo!" , huaaaek! *muntah becak!
    Itukah aku? +_+ si kalem yang aneh itu? tidak
    mungkin! pasti maksud si Aslan adalah Pak SBY
    ataupun temannya Dr. Azhari dan Nurdin M. Top..
    Aku hanyalah pemuda desa yang bercita-cita
    tersenyum saat dibunuh dan membunuh di negeri
    Syam..

    ReplyDelete
  10. isni : guling-gulinglah pada tempatnya :D

    siti : wah, salah orang dia tu.. :s

    aslan : pernah baca novel "Temanku Teroris" ? Mungkin aku kayak tokoh Mubarok di situ, tiap tempat beda nama dan beda karakternya :D

    Nuurul : masa iya?? *eh, itukan komen aku. nama dicopy? :/

    ReplyDelete
  11. Wow,.. saya baru baca.. Kan betul udah saya bilang bang nazri itu punya X Factor yang orang lain gak punya :)

    #banak2 lah bersabar ya bang :D

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesanmu Di Sini ^^