Ketika Kehilangan Sesuatu

Wednesday, December 4, 2013 - 5:12 AM WIB - 28 Comments



Sore ini kejadian yang sebenarnya sudah saya khawatirkan akan terjadi, akhirnya terjadi. Ya, Tas saya hilang beserta isi-isi di dalamnya. Tiba-tiba diri saya melompat ke dimensi berbeda, dan berjalanlah layar dikiri dan kanan saya menampilkan kondisi ketika rumcay kemalingan, laptop teman saya yang juga hilang, motor teman yang hilang, dan peristiwa kehilangan lainnya yang pernah saya dengar. Semacam portal power ranger melintasi ruang dan waktu.

Sore itu, selepas dari RIAB, kami singgah di Mesjid Al-Faizin Lampeunurut Kota Banda Aceh. Beberapa pertanda sudah sempat saya rasa. Ganjil, begitulah yang berkelebat dipikiran saya. Pertama kali ketika kami menolak untuk shalat di mushala RIAB, ketika tahu rencana sosialisasi bakda ashar dibatalkan. Kedua, pembicaraan ketika aku dan Rian, temanku yang saat itu juga ikut ke RIAB, tentang nasib tas ranselku.

“Ah, sepertinya ransel yang di rumah harus segera dicuci. Ribet banget pakai tas ini,” celetukku sambil menenteng tas yang sungguh berat itu.

“Wah, pas banget lan. Ini kan musim hujan, baiknya memang di cuci biar bersih sebersih bersihnya,” jawabnya sambil tertawa, diikuti tawaku pula.

Dan yang ketiga, ketika aku menaruh tas sebelum shalat. Saat itu kami masbuk. Aku memang sudah berfirasat aneh. Dan ketika selesai salam, aku tidak berdoa dan berzikir lalu langsung melirik ke arah tempat aku menaruh tas tadi. Tidak ada! Kemana tas ku? Aku segera berdiri melihat ke tempat itu, berlari keluar, masuk lagi kedalam, melihat orang-orang yang mencurigakan, keluar lagi lalu berdiri diam. Menarik nafas dalam-dalam dan berkata dalam hati, “Tas ku hilang.”

Sebenarnya ada tanda yang keempat, tapi akan aku jelaskan nanti diakhir cerita.

Hari ini, sebenarnya rencanaku sudah komplit. Pergi pagi-pagi ke kampus untuk ikut english club. Saat itupun perasaanku sudah tidak enak. Aku seakan-akan tidak pintar bahasa inggris. Speaking ku kacau balau,berantakan, bahkan begitu memalukan. Beda. Setelah itu, aku bertolak untuk menjumpai dosen pembimbing, begitu menyenangkan. Walau ujung-ujungnya konsep besar skripsiku berubah haluan, mulai dari perancangan hingga bahasa pemrograman yang harus aku pahami. Tapi aku semakin bersemangat, karena aku suka meneliti hal baru.

Selesai itu, kami masuk kelas matkul IKD, mata kuliah yang membosankan. Tidak banyak yang harus aku ceritakan, untuk itu kita lewati saja bagian ini.

Sebenarnya, ketika di kelas tadi, Naris menelepon. Dan karena aku tidak bisa menjawabnya, maka aku membalas melalui pesan singkat seusai shalat zhuhur.

“Ada apa? Tadi gw ada kuliah.”

“Ada agenda ga lo? Temenin ke riab ga? Sekarang”

Dan begitulah seterusnya setelah bernegosiasi panjang akhirnya saya ke RIAB bersama teman saya, Rian. Saat itu saya tidak ada motor, makanya minta bantuan Rian.

Kembali ke berita kehilangan, sebenarnya untuk hal kehilangan sudah sempat saya pikirkan. Ketika mengetahui tablet teman hilang, saya sempat berpikir, bagaimana seandainya kalau laptop ini juga hilang? Ketika komputer rumcay hilang, saya juga berpikir, apa yang akan saya lakukan kalau laptop ini hilang? Begitulah, sebenarnya sejak awal saya sudah membangun mental untuk menerima segala kemungkinan yang terjadi.

Yang membuat saya kecewa sebenarnya bukan karena laptop yang hilang, tetapi karena data yang ada di dalamnya. Foto-foto bersama keluarga dari masa ke masa yang tidak akan mungkin bisa digantikan(Untung foto ibu saya sempat saya simpan di handphone), file-file project animasi dan segala macam video yang pernah saya buat, yang menjadi track record perjalanan saya membangun AACStudio, perusahaan yang saya bangun sendiri dengan hanya bermodalkan sebuah laptop, juga beberapa data penting yang takut jika disalah gunakan, dan tidak akan mungkin bisa digantikan. Jujur, segala macam yang hilang seperti hardisk, modem, jam tangan, semua itu saya beli dengan hasil keringat sendiri, dan modalnya ya dari laptop itu. Intinya laptop itu adalah benih munculnya AACStudio dan cara saya untuk mencoba bertahan dalam kehidupan ini. Maka dari itu, kadang kala saya tidak berani meminjamkannya walau hanya sesaat kepada orang lain karena itu adalah separuh jiwa saya, apalagi sebagai seseorang yang selalu berkutat dengan dunia pemrograman dan komputer.

Kabar kehilangan itu merambah dengan cepat, hingga membuat keributan di mesjid. Semua orang pada keluar dan menanyakan saya satu persatu seperti orang yang baru saja mengalami kecelakaan di jalanan. Dan beruntung ada salah satu yang melihat pencurinya membawa tas saya, walau ia tidak bisa menangkapnya karena berpikir, tas yang ia bawa itu adalah tas dia. Oh iya, jaket saya juga diambil. Huhu.
Dan lagi, saya mencoba memuhasabahi diri. Sebenarnya saya sadar, beberapa hari ini saya terlalu memikirkan skripsi sehingga kadang lupa dengan akhirat. Banyak target ruhiyah di tahun ini yang belum tercapai, padahal akhir tahun ini hanya tinggal menghitung jari. Sungguh, ini cara Allah yang menurut saya sangat bijak. Karena segala kelalaian saya ya karena laptop itu. Maka dari itu, saya mengikhlaskannya.
Laptop itu sebenarnya hibah dari Bunda saya (Kakak ayah saya) yang merupakan orang yang membiayai kuliah saya hingga saat ini. Bisa dibilang, saya mendapatkan beasiswa penuh darinya hingga akhir kuliah nanti. Dan laptop itu ia berikan ketika saya memasuki tahun kedua kuliah. Itupun setelah saya menjelaskan betapa beratnya kuliah dijurusan teknik informatika tanpa sebuah laptop. Hingga dulu uang saya banyak habis karena selalu pulang pergi warnet untuk bisa belajar-dengan bermodalkan flashdisk.

Nah, yang terberat bagi saya adalah karena laptop itu pada hakikatnya bukan milik saya. Saya paling takut jika ada barang orang yang hilang di tangan saya. Kalau milik sendiri sih gapapa hilang. Toh bisa dicari lain. Nah kalau barang orang?

Juga yang paling menyebalkan ketika project animasi acara usow 2 hilang. Saya tidak ada komentar untuk hal ini, karena saya tahu akan membuat teman-teman FLP kecewa. Maafkan saya ya.

Dan tadi pagi, sebenarnya saya sempat menonton sebuah video yang menunjukkan Andy Lau yang kakinya patah. Mungkin ini termasuk pertanda yang keempat. Semenjak melihat video itu saya merasa saya belum ada apa-apanya. Saya masih lurus-lurus saja menjalani hidup tanpa cobaan yang berarti. Satu kutipan yang sampai sekarang masih saya ingat, “Jangan menyalahkan orang lain, dan jangan menyalahkan dirimu!” melihat semangatnya untuk meraih mimpi, dengan menghadapi cobaan yang masyaAllah begitu berat, saya jadi merinding. Mulai saat itu saya sadar, mimpi yang hebat, pasti akan menghadapi cobaan yang berat. Maka bersiaplah!

Saya tidak ingin menangis untuk masalah ini, ataupun masalah-masalah yang akan saya hadapi dikemudian hari. Karena ini belum saatnya dan bukan waktunya bagi saya untuk menyerah. Kelak mungkin saya akan menangis ketika menghadiri acara wisuda atau mungkin memijakkan kaki pertama kali di negara yang ingin saya tuju, atau mungkin ketika keberhasilan yang berhasil saya capai setelah melewati  beragam dan berumit cobaan yang saya hadapi. Ini belum saatnya, belum.

Inspirasi Lainnya:

28 komentar

  1. Hiks...yang sabar ya aslan, Insya Allah akan segera ada gantinya
    saya juga pernah merasakan kehilangan yang sama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap... terima kasih kak. Semoga Allah mengganti kehilangan kita dengan yang lebih baik :)

      Delete
  2. Yg sabar Aslan, smoga Allah mengganti dengan yabg lebih baik :)

    ReplyDelete
  3. setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan. sabar ya aslan.

    ReplyDelete
  4. Aslan, yang sabar, yang kuat Aslan.

    ReplyDelete
  5. Benar-benar pelajaran bagi diri kakak sendiri. Hanya bisa mendoakan digantikannya dengan yang lebih baik ya, Aslan. Tapi terima kasih sudah membagi ceritanya ya, Dek. Kami turut berduka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiin... terima kasih kak Aini. Terima kasih juga sudah membantu :)

      Delete
  6. Replies
    1. sudah diikhlaskan bang.. kalau emang kembali alhamdulillah :)

      Delete
  7. pelajaran buat kita semua..
    kk yang laptop rusak saja cukup terasa sedih kehilangan data2.. Semangat Aslan

    ReplyDelete
  8. Aslan.. la yukallifullahu nafsan illa wus'aha.. kami doakan segera diberi yang lebih baik oleh Allah ya dek.. :')

    ReplyDelete
  9. Innalillah, yang sabar ya Aslan, ada rahasia indah mungkin yang Allah buat di depan nanti, mudah-mudahan ketemu lagi barangnya ya :)

    ReplyDelete
  10. insyaAllah ada hikmah@ lan, tawaqal n jangan putus asa utk jd yg lbh baik lg...
    fighting ya :)

    ReplyDelete
  11. Insyaallah ada hikmah dr smua y mnimpa Aslan. Kk bntu doa smoga Aslan dimudahkan, berpikir y tenang dan terus ingat nikmat-nikmatNya. Yang sabar, Aslan ya...

    ReplyDelete
  12. Allah menyuruh kamu merubah haluan hidupmu bang aslan. ini tentu bukan kesedihan, ini awal hidup yang lebih dan sama sekali baru. Boleh jadi yang kamu suka itu tidak baik untuk kamu...

    Jangan dikejar lagi yang sudah hilang, semangat buat projek baru.

    ReplyDelete
  13. jadi mewek baca ceritanya, dan bisa jadi pelajaran yg sagat penting bagaimana menerima setiap cobaan dengan iklas dan sabar. Yg sabar Bang Aslan, dibalik cobaan pasti ada hikmahnya...Semanga..!!!

    ReplyDelete
  14. ikut berduka cita...
    Semoga pencurinya insaf dan mau mengembalikan...
    Pasti ada jalan keluar, tetap semangat...

    By the way, untuk ke depan, ingat sabda Rasul saw. : "ikat untamu lalu bertawakkal lah,"

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiiinn... terima kasih kak Khairul Baraah :)

      Delete

Tinggalkan Pesanmu Di Sini ^^