Ferhatologi

Tuesday, September 24, 2013 - 4:35 AM WIB - 12 Comments

Tulisan ini semacam refleksi tentang sesosok manusia yang menurut saya sedang booming baru-baru ini.  Bagaimana tidak, dia dengan gencarnya mempromosikan blog yang baginya sangat super duper fenomenal. Hingga akhirnya, ini menjadi wabah yang menurut saya sangat absurd. Sungguh!

Baiklah, saya mengakui pasca blognya telah memasuki laboratorium pribadi saya, dengan dilumuri beberapa larutan kemenangan dan zat ketidakmaluan, serta merta membuatnya merasa menjadi primadoni blogger sejagat. Saban hari tulisan-tulisannya di share kemana-mana. Mulai dari facebook, twitter hingga bertatapan langsung dengan korban. Semangatnya empat lima men!

Awal saya berjumpa dengannya ketika saya mengikuti kelas menulis di FLP Aceh. Saat itu saya belum menjadi anggota. Dan kala itu adalah kali kedua saya menginjakkan kaki di Rumah Cahaya.

Kelas minggu itu adalah kelas bedah cerpen. Untuk pertama kalinya, saya mengikuti pembedahan cerpen secara beringas. Itu juga yang membuat saya untuk bertekad menjadi bagian dari FLP. Karena ketika saya bertanya kepada Bang Roby waktu itu, beliau menjawab, “Kelas bedah cerpen hanya untuk anggota FLP.”

Waktu itu tanpa berkutik saya melihat cerpen itu dibedah habis-habisan oleh seorang pria yang di beberapa menit kemudian barulah saya tahu namanya Ferhat.  Begitu mengerikan menurut saya, tapi seru!

Ketika acara Open Recruitmen, saya berdoa sekali agar tidak diwawancara oleh Bang Ferhat. Ketika menunggu giliran saja, saya terus memegang jantung karena takut melompat keluar ketika menyaksikan beberapa peserta OR diberi pertanyaan bertubi-tubi. Dan bersyukur saya karena tidak diwawancarai olehnya.

Lambat laun saya pun semakin mengenalnya. Puncaknya pada acara Workshop Gola Gong. Hampir setiap malam kami membahas persiapan acara di warung kopi. Dan setelah itu, kamipun menjadi akrab.
Ketika ia mengetahui kalau saya bisa membuat website, saya pun ditembaki dengan beragam permintaan hiasan blog. Tambah ini tambah itu. Mumet! Akhirnya saya anggap blognya sebagai model ujicoba. Dan dengan itu pula menjalar beragam permintaan pembuatan website secara professional. Ini menjadi ladang bisnis bagi saya. Terima kasih Bang ferhat! J

Sekelumit dirinya

Terkadang saya menjadi sebuah mesin penampung cerita baginya. Mulai dari masalah pribadi hingga masalah Indonesia. Dan saya pun demikian. Terkadang meminta solusi tentang masalah yang sedang saya hadapi. Ini semacam timbal balik. Walau ujung-ujungnya kami berdua mencari solusi untuk masalah masing-masing.

Yang paling asyik ketika membahas masalahnya mengenai masa depannya bersama seseorang. Ini baginya sangat rahasia. Hingga saya pun sadar kalau tidak perlu saya ceritakan disini. Hehe. Intinya beberapa bulan lagi ia akan melepaskan status lajangnya menjadi duda. Eh, maksudnya menikah.

Yang paling ekstrim ketika membahas mengenai kehidupan, karir dan pekerjaan. Sampai-sampai saya dari sekarang sudah mempersiapkan diri untuk masa depan juga. Saya menjadi lebih dewasa dengan pembahasan ini. Apalagi pengalamannya tentang sekelumit hidupnya membuat saya harus lebih siap menghadapi tantangan yang sama.

Dirinya dan FLP

Saya rasa hanya dialah yang sampai saat ini masih bergelut bersama FLP. Padahal masa kepengurusannya sudah jauh-jauh tahun berlalu. Dia pernah mengatakan kalau ia besar bersama FLP, dan puncaknya ketika ia menjadi ketua FLP. Hingga ketika saya menulis ini, ia masih terus memikirkan nasib FLP kedepan.

Ketika acara Gola Gong dulu buktinya. Walaupun saya menjabat sebagai ketua panitia, tapi sebenarnya Bang Ferhatlah yang sangat berpengaruh. Hampir tiap saat ia menanyakan kabar persiapan acara. Saya, Bang Doni dan Dara juga jadi lebih dekat karenanya.

Sindrom Ferhat

Ada banyak hal yang saya dapat selama berteman dengan Bang Ferhat. Dan ini sebenarnya agak ganjil karena karena  umur kami bertautan jauh. Tapi itulah sebenarnya poin utamanya. Saya bisa belajar banyak tentang bagaimana kehidupan lelaki seumurannya dan ia pun bisa menjadikanku barometer untuk kehidupannya sekarang ini. Apakah sudah jauh berubah dengan dirinya yang seumuranku dulu atau tidak. Syukur-syukur ada yang berguna dariku pula.

Yang paling terasa untuk masalah kepenulisan. Sungguh keilmuannya dibidang kepenulisan bagiku sudah memasuki level dewa. Aku dan Bang Nazri menyadarinya setelah beberapa kali mengikuti kelas menulis bersamanya. Walau dikeseharian gayanya seperti itu, tapi ketika sudah membahas masalah literasi, wow kami megap-megap mengaga.

Saya pun akhirnya jadi semangat untuk menulis. Banyak ilmu baru yang saya dapat dan yang terpenting, saya juga ingin sekali bisa lebih daripadanya. Karena diapun, mau tidak mau kita semua jadi bersemangat untuk ngeblog. Walaupun ini sebagai tumbal untuk akhirnya harus mengunjungi blognya juga. Terima kasih Bang Ferhat!

Berhubung hari ini ulang tahunnya, yang saya bisa berikan adalah hanya tulisan ini. Maklum, ini tanggal tua. Hehe. Semoga bisa menjadi satu dari partikel-partikel doa baginya pada hari ini. Saya hanya bisa berharap semoga tulang rusuknya yang hilang segera ditemukan, semoga bukunya segera terbit, semoga impiannya terwujud dan yang paling penting, semoga menjadi anak yang shalih dan pribadi yang disenangi Allah dan Rasulnya. Dirgahayu Bang Ferhat!




Inspirasi Lainnya:

12 komentar

  1. Kayaknya bang ferhat harus buat fans club nih, setelah fans page di faceboo

    ReplyDelete
  2. aw..aw..aw...
    Komen ferhat lebay deh :p

    eniwe, baidewe, tulis tentang kami jugalah Aslan :D

    ReplyDelete
  3. Bagus Aslan tulisannya. [Terharu juga waktu baca tadi] Bang Ferhat memang harus kita tuakan,Dek berhubung Bang Ferhatnya juga sudah semakin tua. Hehe.[peace n gaul ya bang]

    ReplyDelete
  4. aduh aslan, dibayar berapa untuk nulis ini sama ferhat? hahaha...

    ReplyDelete
  5. Wuuiiihhh ide Liza sangat ditampung. Jadi mulai hari ini, pembaca blog ferhatt.com disebut ferhatologi!!!
    #keren!

    eh, kalian udah baca postingan terbaru di ferhatt.com kan? dibaca yaa, itu bagus untuk kesehatan jantung dan kesegaran kulit..

    ReplyDelete
  6. eh, bagusnya Ferhatologi, Ferhatologic, atau ferhatnistic?
    #bingung :o :o :o :o :o :o :o :o :o :o :o :o :o :o :o :o :o

    ReplyDelete
  7. nanti kubuat juga tulisan buat qe fer, "istri gelap ferhat".. ini tulisan kudedikasikan buat balsem qe

    ReplyDelete
  8. banyak juga rupanya pengemar ferhat
    ferhat kayaknya klo mencalonkan diri jd gubernur aceh pasti menang, hahhahaha

    ReplyDelete
  9. ;-( ;-( ;-( ;-( ;-( bagian tengahnya gak tahan. pingin nangis... untuk komentar2nya bg ferhat menetralisir...

    ReplyDelete
  10. adinda ferhat akan menikah? Selamat selamat. .
    Nti ada liputannya khan??
    Mau minta diundang nti dikira sksd *SokKenalSokDekat*
    di tunggu loh liputan pernikahannya.
    *indah*

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesanmu Di Sini ^^