Ariel Logis

Tuesday, April 8, 2014 - 1:20 AM WIB - 5 Comments

Banyak yang mengenalnya, walaupun tidak sering menonton TVRI. Beberapa hari yang lalu tulisannya sempat mencuat di publik dan menjadi isu hangat seluruh Aceh, maupun luar Aceh. Sampai-sampai, ketenaran namanya sudah melebihi dirinya sendiri. Dan di hari ini, tepat sehari sebelum ritual penganiayaan kertas bergambar kepala orang besar-besaran, di mana kalau ditinjau dari keilmuan santet menyantet jauh terbalik. Yang di tusuk kepalanya gembira, yang tidak ditusuk malah sakit kepala. Di hari inilah, ia berulang tahun. Jreng-jreng.

NAMANYA Ariel Kahhari. Ia adalah kakak kandung dari temanku, Ferhat Muchtar. Secara hukum pertemanan, maka ia akhirnya menjadi temanku pula. Ia memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dengan Ferhat Muchtar. Bagi kami, teman-teman Bang Ferhat yang umurnya berbeda jauh, Bang Ariel adalah orang yang tepat untuk dijadikan sekutu. Kalau digelar panggung duel, Bang Ariel memiliki kesempatan dua kali lipat menang daripada kami. Walaupun aku belum tahu siapa yang akan menang di antara mereka.

Tidak banyak yang aku ketahui tentangnya. Pernah suatu malam aku menyelinap masuk ke Museum Aceh seorang diri, membuka beberapa lembar buku kuno, melihat gambar-gambar sejarah lama, dan membaca kisah-kisah heroik pada masa kesultanan dulu. Ada satu halaman yang membuatku tercengang. Segeralah aku baca dan terus kubaca hingga tidak terasa buku itu telah habis. Namun nihil. Aku tidak menemukan satupun alasan kenapa aku harus mencari tahu mengenai kehidupan Bang Ariel di sana.

Beberapa orang sering menceritakan keunggulan Bang Ariel dibidang tarik suara. Ia berhasil menarik suara-suara penonton untuk bisa ikut berteriak dan terkesima setiap kali ia berperan menjadi seorang moderator, mc maupun pembawa acara. Tapi sampai sekarang, aku tidak pernah ikut di semua acara yang ia perankan. Jadi, aku tidak begitu terpesona dalam hal ini. Layaknya para penggemar Ariel Logis yang katanya saat ini telah membuat fanpage dan pengikutnya menembus angka 1 juta follower. Wow! Percaya tidak? Akupun tidak percaya.

Namun begitu, beberapa waktu berinteraksi bersamanya dalam berbagai kesempatan, membuatku memiliki persepsi sendiri terhadapnya. Berbeda dengan pandangan-pandangan orang lain. Dan inilah yang disebut pertemanan. Melihat dari sudut pandang berbeda, dan menilai dengan argumen yang seimbang. Tidak langsung memvonis, apalagi mencoblos. Eh?

Ia adalah ayah yang paling baik bagi anak perempuannya, Shumaila. Beberapa kali sering terlihat membawa Shumaila jalan-jalan, sekedar untuk menikmati angin pagi maupun cahaya mentari sore. Beberapa tulisannya tentang kerinduan berjumpa Shumaila, yang tidak ia dapatkan meski baru beberapa hari berpisah. Itu tulus menurutku. Dan itu pulalah yang membuatnya menjadi ayah paling keren bagi Shumaila. Semoga kelak di kemudian hari, Ia menjadi ayah selalu dijadikan pedoman bagi para pria yang ingin meminang Shumaila.

Yang kedua tentang seorang kakak laki-laki. Melihatnya kompak bersama Bang Ferhat, semua pasti sepakat bahwa mereka memiliki tingkat kekompakan yang tinggi. Layaknya seumuran, berbagi kelucuan dan humor dengan sangat jujur. Walau mungkin terkadang terseret menjadi sebuah emosi. Tapi itu biasa.

Bang Ferhat sering mendiskusikan apapun bersama Bang Ariel. Mulai dari masalah origami hingga sampai poligami. Mulai dari penjualan barang antik hingga ke soal politik. Dan pastinya, masalah percintaan juga masuk ke sebagai salah satu topik pembicaraan mereka. Baik masalah bujangan maupun pernikahan. Mungkin itu salah satu sebab kekompakan terjalin. Tidak membatasi tema dan terbuka pada semua kenyataan.

Yang terakhir tentang karir. Ia mengakui sejak lama telah terjun di dunia broadcasting. Meniti karir di TVRI, setelah sebelumnya bergerilya pada beberapa stasiun radio. Bahkan hingga bisa bertandang ke beberapa negara. Bang Ferhat bilang ini tentang passion. Makanya ketika kesukaan dan hobi dihadapkan pada kenyataan hidup, itu menjadi sebuah semangat besar. Dan tentu saja masalah insentif bisa dinomorduakan. Ini tentang profesionalisme. Dan tentu saja ia membuktikan semua itu.

Kembali lagi, tidak banyak yang bisa aku ceritakan tentangnya. Membaca tulisannya tentang hari ini, membuatku juga ikut mengaminkan segala mimpi yang akan ia gapai untuk beberapa tahun kedepan. Karena aku juga yakin, ketika mimpi kita tabur ke lingkaran kehidupan kita, maka semestapun akan mendukung. Setidaknya kini aku ikut mendukung mimpinya. Semangat Bang Ariel!

Baiklah, mungkin ini saja yang bisa saya sampaikan, mengingat waktu menulis yang saya miliki tidak banyak. Saya masih harus mengecek kesehatan Singa yang saya pelihara di kandang belakang rumah. Sudah tiga hari ia tidak makan daging manusia. Terima kasih.

Barakallahu Milad, bang Ariel Kahhari!

Bang Ariel Kahhari dan Bang Ferhat

Inspirasi Lainnya:

5 komentar

  1. Selamat ulang tahun, Bang Ariel. Semoga turun berat badan, sehat terus, bahagia terus, jalan-jalan terus. Oh iya, selamat juga, Aslan. Welcome back. :)

    ReplyDelete
  2. memang pasangan yang cocok mereka ini. Eh?

    ReplyDelete
  3. Selamat ulang tahun buat bang Ariel. :)

    ReplyDelete
  4. selamat ulang tahun bang Aslan, eh? @-)

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesanmu Di Sini ^^