Mendadak Gendut

Monday, May 16, 2016 - 9:52 PM WIB - 2 Comments


Mendadak dangdut atau mendadak gendut?

Jika bicara gendut, mungkin sebagian orang percaya jika gendut tidak akan terjadi secara mendadak, berbeda dengan dangdut yang bisa saja dinyanyikan oleh penyanyi rock kapan saja. Gendut harus melewati proses-proses kimiawi dalam tubuh, yang secara idealnya kata mendadak tidak cocok disandingkan dengan kata gendut.

Lalu, kenapa membahas mendadak gendut?

Bagi saya, ataupun orang-orang yang di awal karir kehidupannya memiliki tubuh semi-sixpack (istilah baru bagi pria yang memiliki tubuh tidak sixpack), tentu saja jika tubuh menjadi gendut akan sangat berpengaruh bagi lahir dan batinnya. Ini tidak lebay, hanya saja proses menggendut yang terjadi seperti proses penyanyi rock yang naik panggung terus nyanyi lagu Bang Toyib. Mungkin ini berkaitan dengan psikologi. Jiwa masih terasa kurus, tapi badan udah mulai berbentuk kubus. 

Bayangin, celana yang sering dipakai udah gak muat, mau bergerak bebas udah kerasa nyangkut di perut, pakai baju kesukaan udah terasa sesak napas. Sakit kan? Sakit banget malah.

Padahal, tidak ada yang salah dengan pola makan. Dari dulu makan banyak itu udah biasa. Yang jadi masalah mungkin karena dulu awalnya saya rajin berolahraga. Hampir setiap sore main basket. Makanya ketika makan banyak, langsung dibakar ketika olahraga. Sekarang, yang dimakan terus menumpuk tanpa ada pembakaran. Malah sekarang jadi lebih jago tahan nafas biar perut gak buncit (Teknik Kamuflase)

Pernah dulu mencoba main basket lagi. Badan terasa masih kayak dulu. Skill juga belum hilang. shooting masih masuk, lari masih sanggup, lompat sana lompat sini. Fyuh. Besoknya malah tepar dua hari meriang. Rupanya badan udah gak kuat lagi dan akhirnya KO.

Makanya, ketika jumpa teman dan dibilang, "Eh Aslan kok udah gendut?" Saya langsung tahan nafas setahan-tahannya, busungin bahu dan lipat tangan di perut sambil jawab, "Eh masa sih? Ini efek fitness makanya badan kelihatannya gede hahaha" (Jawaban paling absurd)

Endingnya terjadi pada beberapa malam yang lalu. Ketika saya mencoba untuk naik di timbangan berat badan yang angkanya dimulai dari 0. Begitu naik kaki kiri, meteran langsung berputar ke arah 30 KG. Oh, kalau naik satu lagi pasti 60 kg. Standar kok. Lalu ketika naik satu kaki lagi, angka berpindah cepat ke arah 80kg. What!!!!!!!

Saya berpikir kalau matematika timbangan berat badan memang tidak logis. Seharusnya berat badan dapat diukur dengan dua kali berat sebelah kaki. Tapi malah hasilnya melebihi ekspektasi. Sejak saat itu, saya akhirnya menyadari, gendut yang selama ini saya pikir terjadi secara mendadak, ternyata salah. Gendut itu terjadi secara Otodidak. Tanpa pernah kita ketahui, dia mampu berubah wujud dan bisa jadi pada akhirnya malah memakan diri kita sendiri. Waspadalah.

Mari kita diet bersama!

*Tulisan ini dibuat dalam keadaan sadar dan tidak sedang memakan sesuatu. Percayalah.

Inspirasi Lainnya:

2 komentar

  1. Bagi para Mendadak Gendut memang bisa mulai mengecek kadar asupan, seberapa sering gorengan dibanding buah-buahan. Hmmm...

    ReplyDelete
  2. Bagi para Mendadak Gendut memang bisa mulai mengecek kadar asupan, seberapa sering gorengan dibanding buah-buahan. Hmmm...

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesanmu Di Sini ^^