Banda Aceh Memprihatinkan

Monday, April 30, 2012 - 8:16 PM WIB - 4 Comments

Oleh : Aslan Saputra

Coba sesekali anda berjalan kaki menyelusuri Kota Banda Aceh. Sadar atau tidak, anda pasti akan prihatin dengan apa yang anda lihat. Mulai dari fasilitas-fasilitas umum seperti taman, halte, kamar mandi umum, maupun tempat-tempat umum lainnya seperti tempat-tempat wisata ataupun tugu dan bangunan-bangunan bersejarah, anda akan kecewa dengan keadaannya saat ini. Dinding-dindingnya selalu dipenuhi dengan coretan-coretan dan cap-cap tangan yang menempel yang merusak pemandangan. Belum lagi sampah bergelimpangan dan yang paling ironi, kamar mandi umum yang selalu dalam kondisi tidak bersih.

Padahal fasilitas-fasilitas yang dibangun oleh pemerintah itu pada awalnya kondisinya sangat bagus. Apalagi bangunan-bangunan yang di rekonstruksi pasca tsunami, dengan gaya arsitektur khas negara tetangga, sangat indah jika dilihat. Namun kini, dengan waktu yang belum begitu lama, bangunan-bangunan dan fasilitas itu terlihat kotor dan tidak terurus. Mungkin ada beberapa tempat wisata yang bangunannya masih bagus seperti awal dibangun dulu dan itu juga berkat pengutipan pajak  bagi pengunjung yang masuk kedaerah wisata tersebut. Tapi kalau kita teliti, masih banyak juga sampah sisa pengunjung yang tidak dibuang pada tempatnya.

Melihat hal itu, jelas yang patut disalahkan adalah masyarakat itu sendiri. Saat ini masih banyak masyarakat yang belum peduli dengan lingkungannya. Mereka masih mempertahankan egonya dengan mengatakan “ini bukan urusan kami”. Memang ada bagian kebersihan yang menangani masalah kebersihan lingkungan tersebut. Namun, apa salahnya jika kita juga membantu dengan tidak membuang sampah pada tempatnya, benar gak?

Yang paling menyedihkan, keadaan toilet dan wc. Disemua tempat umum yang ada di banda aceh, hampir rata-rata kondisinya sangat memprihatinkan. Mulai dari lantai yang kotor, sisa kotoran yang bergelimpangan dan bak air yang kosong. Itulah yang menjadi alasan banyak toilet yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Padahal jika kita sebagai pengguna toilet tersebut menggunakannya dengan bijak dan sehat, tentu hal itu tidak akan terjadi.

Pada dinding-dinding di tempat umum seperti di halte, coretan-coretan yang jika kita lihat satu persatu tidak lain adalah nama-nama orang yang pernah singgah ditempat itu. Sebenarnya untuk apa sih mereka melakukan itu? padahal sudah sangat jelas tulisan-tulisan itu mengotori dinding dan tidak ada satupun manfaat yang didapat, walau sebagian orang mengatakan “untuk kenang-kenangan”. Kalau mau kenang-kenangan mah beli souvenir aja donk!

Untuk sampah yang biasa kita lihat di jalanan maupun di tempat-tempat umum, sebenarnya tidak jauh dari tempat sampah yang sudah disediakan. Tetapi masih juga banyak yang tidak mengindahkannya dan malah membuangnya sembarangan. Mereka beranggapan kalau masalah sampah itu sudah ada yang membersihkannya, bahkan yang lebih ekstrim, hal itu disengajakan sebagai bentuk prihatin terhadap petugas kebersihan. “biar mereka ada kerja” begitu katanya.

Ada juga fasilitas-fasilitas yang kondisinya kini tidak layak pakai. Ada yang rusak dan hancur. Padahal yang menghancurkannya juga mereka yang mengeluhkannya. Jika saja pemakaiannya sesuai prosedur dan tata cara yang dianjurkan, saya yakin kerusakan pada fasilitas-fasilitas umum itu juga akan dapat diminimalisir.

Inilah masyarakat Banda Aceh, sedikit banyaknya masih saja banyak yang belum mengerti tentang pentingnya keindahan lingkungan hidup. Mereka masih saja tidak sanggup untuk membuang sampah pada tempatnya, walau hanya sebungkus plastik permen ataupun sepuntung rokok. Masih saja tidak sanggup menjaga fasilitas-fasilitas yang ada, dan bahkan tanpa dosa merusaknya. MasyaAllah!

Jika saja seluruh masyarakat di Kota Banda aceh saling membahu dan bekerja sama untuk membersihkan lingkungan sekitarnya, bergotong royong membersihkan fasilitas-fasilitas umum, mengangkut sampah dari sungai, membersihkan saluran pembuangan dan sanitasi serta merawatnya secara bersama-sama, keindahan dan kebersihan lingkungan pun InsyaAllah akan dapat terwujud.

Saya selalu berharap dan menantikan suatu hari dimana seluruh masyarakat di Banda Aceh, Di Aceh bahkan di Indonesia hingga dunia, bersama membersihkan lingkungan. Dengan saling membantu dan percaya hal itu pasti akan terwujud. InsyaAllah.

Inspirasi Lainnya:

4 komentar

  1. Yang paling ironis adalah pernah lihat di Lapangan Blang Padang yang notabene berjejer itu tempat sampah di sana, banyak sekali sampah plastik berserak di lapangan! Miris liatnya.. Hahaha

    ReplyDelete
  2. Kalau berharap orang satu banda aceh sadar, sampe kambing bisa berenang pun gak bakal bisa..
    Untuk kota sebanda aceh, dengan ketegasan pemerintah pun kayaknya sudah bisa..
    Apa juga daerah kaya, pekerjakanlah orang untuk ngurus setiap tempatnya..
    kalau perlu, pantau pake cctv..

    ReplyDelete
  3. Kata orang Jakarta, butuh tujuh tahun untuk mengubah kebiasaan itu. Yuk kita mulai tujuh tahun itu dari sekarang :)

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesanmu Di Sini ^^