Anggap Saja Saya Turis! Bagian 2

Monday, October 21, 2013 - 3:04 AM WIB - 15 Comments


Begitu saya masuk ke Mesjid Raya Baiturrahman (MRB), saya memasang wajah lugu, penuh keingintahuan dan tidak peduli dengan siapapun. Kan ceritanya saya tidak kenal siapa-siapa. Saya pun menelusuri mesjid raya, melihat banyak orang yang berfoto ria dengan Mesjid Raya sebagai backgroundnya. Saya sempat tersenyum sendiri, karena banyak orang yang menjadi model, sedang yang motret juga banyak. Bahkan ada seseorang yang ingin memotret temannya terpaksa menunggu karena ada dua orang yang sedang melihat-lihat hasil foto dihadapan mereka. Sabar aja ya mas!

Di depan saya ada dua orang yang sepertinya tadi satu bis sama saya. Salah satu dari mereka sesekali melihat kebelakang, melihat saya. Sepertinya dia menganggap saya mengikuti mereka. Ya ampun, emang saya ada tukang pencopet apa? Saya ini turis! Turis!

Saya pun berbelok keluar mesjid melewati pintu sebelah kiri. Karena pasang tampang turis, banyak tukang becak yang manggil-manggil. “Becak Mas! Becak bang!” Eh, kalau bukan turis pun sepertinya juga ditawari ya? Wah saya terlalu percaya diri. Hehe.

Saya berjalan di sepanjang pedestrian di samping MRB. Pedestriannya bagus. Di ujung jalan saya jumpa lagi sama dua orang yang satu bis sama saya. Ya ampun. Dikira saya ikutin lagi apa? Saya pun berbelok kearah pasar aceh.

Di sepanjang pasar aceh, saya ditawari bermacam-macam. “Mampir mas! Beli emasnya dek! Singgah dulu bang!” saya sih cuma pasang wajah turis. Pura-pura gak ngerti bahasa mereka. Huohohoho.

Ternyata berjalan disiang hari panas juga, segera saya mempercepat langkah dan masuk ke Pasar Aceh Baru. Wuih, AC nya dingin bener. Saya pelan-pelan jalan, naik escalator kelantai dua, keliling, naik lantai tiga, keliling, terus turun. Cukuplah untuk menghilangkan keringat. Banyak penjaga toko yang tidak menegur saya, hanya memandang saja. Sepertinya saya seperti pengawas pasar, ya?

Lanjut saya keluar, dan melihat banyak kios yang menjual jajanan Aceh. Ada dodol dan kue-kue Aceh lainnya. Waduh, saya ngiler. Berpura-pura jadi turis tapi duit gak mencukupi. Saya pun hanya lewat hingga sampai ke pintu kanan MRB. Segera saya ambil wudhu dan masuk ke mesjid untuk shalat tahiyyatul masjid.

Di luar tadi, banyak anak-anak yang dimandikan. Saya tidak tahu mengapa, tapi bagi mereka yang dari desa masih menganggap kalau MRB meutuah. Anggapannya juga enggak tahu apa, mungkin supaya anaknya shalih dan sering ke mesjid mungkin. Hehe. Saya pun berpikir jangan-jangan waktu kecil saya juga ada di mandikan? Ah enggak tahu deh. Saya tidak berani mengambil foto, takutnya kalau mereka sudah besar nanti mereka tuntut saya karena posting foto mereka tanpa busana.

Habis tilawah, saya tidak sadar sudah tertidur bersandar disebuah tiang di dalam mesjid. Begitu mata terbuka, azan telah dikumandangkan dan sekeliling saya sudah ramai. Padahal tadi cuma saya seorang lho.

Selesai shalat, saya kembali ke shinbun sibreh berencana untuk menaiki kembali damri yang tadi. Alhamdulillah damrinya masih ada. Cuma pintunya masih tertutup. Saya pun menunggu diluar sekitar lima belas menit sambil membuka-buka kamus. Kan saya turis? Jadi pura-pura belajar bahasa Indonesia. Hingga tiba-tiba pintu damri terbuka dan pak supir bertanya, “Ho Neujak?*”

“Darussalam Bang!”

“Oh, kon nyoe! Nyoe neujak u Bandara!”

“Oh, kon u Darussalam bang nye?”

“Nye dek!”

Saya pun pamit sama pak supir dan naik labi-labi. Selama di labi-labi saya juga mencatat setiap melewati halte. Tadi bergaya buka kamus, sekarang malah keluar acehnya. Ya ampun.

Berikut catatannya:

Mulai dari mesjid Raya : 13.21
Halte Depan Pertamina : 13.25
Halte depan Hotel (Lupa apa nama hotelnya, didepan bulog juga) : 13.26
Halte depan Kantor Satpol PP (Lampriet) : 13.27
Halte depan TK Khalifah (Depan Bank Muamalat Lampriet) : 13.29
Halte depan Hotel Madinah : 13.30
Halte depan Mesjid Agung Lampriet : 13.30
Halte depan Kantor Dinas Syariat Islam : 13.32
Halte dibawah jembatan penyebarangan (Depan Dishubkominfo) : 13.32
Halte depan RS Ubudiyah Lingke : 13.34
Halte depan Puswil : 13.36
Darussalam : 13.40

Saya kira damri ini balik ke darussalam. ternyata ke bandara. Eh, saya baru sadar ada tulisan airport dibelakangnya

Di dalam Labi-labi
Kesimpulannya, sekarang ini lebih cepat naik labi-labi daripada damri. Walaupun tarif labi-labi lebih mahal dari damri. Untuk mahasiswa dan umum, damri 2000 rupiah sedang labi-labi 3000 rupiah untuk mahasiswa dan 4000 untuk umum. Ini masih trayek Kota-Darussalam. Kalau rute lain mungkin tarif labi-labi beda. Sedang damri, hanya satu rute yang sering. Untuk rute kota-bandara saya belum pernah mencobanya.

Sewaktu kepulangan tadi, di tengah perjalanan ada tiga mahasiswi asal Malaysia yang naik. Mereka bertiga bicara bahasa malay dan sekarang saya yang tidak mengerti. Aduh duh siapa suruh saya tadi sok menjadi turis, sekarang saya yang ditimpa menjadi penduduk lokal. Stay cool aja lah.

Inspirasi Lainnya:

15 komentar

  1. Hahaha, mau laah sesekali ikutin jejak Aslan. Menarik juga. :D

    ReplyDelete
  2. hahaha...lucu..lucu..lucu...

    Sering" bg dari pada hana but...!!
    :>)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. sekarang memang sedang meneliti damri :)

      Delete
  3. sudah 3 tahun lebih di banda aceh tapi belum pernah duduk di damri.. haduuuuhh... ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh ru. belum sah berarti. Mesti naik segera! :-b

      Delete
  4. mantap artikelnya sangat menkupas kilas balik zaman Kuliah dulu mulai dari Robur Putih,Damri Unsyiah,dan Damri yang ini.
    Jadi pengen jadi Turis juga neh dengan PP total biaya @4000 ha ha mantap...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo bang! kita nikmati lagi naik Damri! Ayo ikut gerakan naik kendaraan umum dan mengurangi jumlah pengguna kendaraan pribadi :-b

      Delete
  5. wah asik.. petuanlangnya sendirian yaK.. asik asik bro

    ReplyDelete
  6. dulu tahun 97 saya kuliah naek damri pernah, labi2 pernah, robur pernah. Seruu. . . Lari2 ampe putus tali sepatu gara2 ngejar damri. Kenangan yg tak terlupakan. .#cieee.. Kenangan paling manis adlh saling dempet bahu antar penumpang di simpang mesra, hahahaha. . .
    Salam kenal
    _zahira_

    ReplyDelete
  7. Huahaha
    udah bisa aku bayangi..
    =))

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesanmu Di Sini ^^