GOING TO JAPAN Bagian 1 : Dari Sekedar Mimpi

Monday, February 10, 2014 - 7:36 AM WIB - 39 Comments

Penting menurutku menceritakan ini sebelum mulai masuk ke cerita tentang JENESYS.



Aku berdiri di pantai, tidak jauh dari rumahku. Sambil mendengar debur ombak, kepala kuhadapkan ke langit. Jauh di dalam hati, aku bergumam, “ya Allah seperti apa langit bila dilihat dari belahan bumi lainnya? Masihkah sama? Apakah awannya tampak sama? Mataharinya tampak sama? Ya Allah izinkan aku melihat kebesaranMu dari daratan bumi yang berbeda.”

AWALNYA aku tidak pernah sedikitpun punya keinginan untuk ke Jepang. Negara impian paling jauh saat itu Malaysia atau Australia. Walau di Jepang aku telah memiliki beberapa teman, tapi tetap saja rasanya mustahil. Hingga akhirnya aku hanya tersenyum getir, ketika temanku, Takeshi-san berharap agar aku bisa mengunjungi rumahnya kelak di sana.

Aku dan Takeshi-san bertemu di Sabang, ketika hari raya Idul Adha. Saat itu zhuhur. Kami berjumpa di sebuah mesjid, ketika aku dan saudara hendak melanjutkan perjalanan menuju pantai iboih. Di depan masjid, aku sudah melihatnya sekali. Tampak ia seperti turis. Maka selesai shalat, aku buru-buru mendatanginya.

Kami berkenalan. Ia menyebut Jepang sebagai kampung halamannya. Wah! Aku shock! Jepang? Pertemuan itu tidak berlangsung lama sebab pada kami berdua punya keperluan lain yang harus dilakukan. Ia memberiku kartu nama. Pas! Kebetulan aku juga punya kartu nama. Sebelum aku berikan kepadanya, aku sempat menulis alamat blogku di bagian belakang kartu namaku.

“Semoga saja ini bukan pertemuan pertama,” Aku membatin.

Dan ternyata Allah memberi jawaban. Kami bertemu kembali di Banda Aceh dua kali. Pertama ketika aku menawarkan diri untuk membantunya mengadakan Cinema Caravan ke sekolah Ruhul Islam Anak Bangsa. Dan yang kedua, ketika ia memilih Banda Aceh sebagai tempat liburan. Itulah pertama kali bagiku menjadi seorang tourism guide. Hoho.

Sebelumnya kami sudah berteman di facebook. Alhamdulillah, ia membuka blogku dan menemukan alamat facebookku di sana. Nah, sudah tahu manfaat blog? Ayo ngeblog!

Sebelum ia pulang, lagi-lagi kami berharap agar dapat berjumpa lagi. Kali ini ia menawarkan diri untuk menjamuku bila saja aku ke Jakarta atau ke Jepang nanti.

“Wah, Alhamdulillah. InsyaAllah! Semoga saya bisa secepatnya ke Jakarta. Kalau ke jepang, saya nggak bisa janji ya hehe.”

Kemudian, salah satu temanku dari FLP, Isra juga akhirnya berangkat ke Jepang. Nah di sinilah puncaknya. Beberapa hari bersamanya bergelut membersihkan rumcay, tentu saja menyisakan kenangan. Yang membuat hati ini tergerak, ketika ia telah tiba ke sana. Seakan-akan ini mimpi. Dia yang awalnya bersamaku di tanah yang sama, kini sudah terbang dan berpijak di tanah Jepang. Ia bisa? Lantas kenapa aku tidak? Ya, kenapa aku tidak bisa?

Segera haluanpun berputar. Jepang kini menjadi negara tujuan untuk melanjutkan studi nantinya. Persiapan pun aku buat, mulai dari menempelkan sticknote di dinding laboratorium, mengganti wallpaper laptop “Going to Japan 2015”, hingga mengganti selera musik menjadi J-rock. Wouwo!

Sejak saat itu, entah kenapa aku begitu produktif. Tidak ada waktu yang terlewat dengan sia-sia. Ibadahpun makin kuat tatkala berpasrah diri mengharap agar diberikan jalan untuk kesana. Aku pun  tidak lupa membagi mimpi ini kepada orang-orang yang aku sayangi. Karena kau tahu kenapa? Aku sudah membuktikan kehebatan berbagi mimpi itu. Partikel-partikel positif yang mereka keluarkan melalui perantara doa, meluncur hebat ke langit, bersatu dengan partikel-partikel lainnya, hingga terbang kepadaNya. Percaya atau tidak, langkahku menuju mimpi itu seakan-akan semakin mudah dan muncul pintu-pintu yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

Namun, bukan berarti mimpi itu akan berjalan mulus. Resikonya kita harus siap menerima segala macam cobaan sebagai bentuk konsekuensi atas mimpi besar yang kita usung. Semakin besar mimpi, maka semakin besar pula cobaanya. Sejak saat itu saya tidak pernah takut, dan terkadang malah bersyukur karena muncul beberapa cobaan di depan mata. Bagiku itu adalah pertanda, kalau Allah memberikanku kesempatan untuk membuktikan apakah aku siap untuk meraih mimpi itu atau tidak. Jika saja aku menyerah, maka berhentilah bermimpi.

Mulai dari laptop hilang, kehabisan uang, terbelit di perkuliahan, dan masalah-masalah lainnya. Namun, aku tahu. Di balik kesusahan ada kemudahan. Ketika berkutat pada masalah-masalah itu, sungguh, Allah tetap menunjukkan kasih sayangnya kepadaku. Beragam rezeki mengalir deras kepadaku, berbagai doa menyelimutiku, dan berbagai bantuan menolongku dari arah yang tidak terduga-duga. Masihkah kau berpikir Allah itu tidak adil? Malah jika diurai lagi benang kusut ini, lalu kau melihat kusutan pada simpulnya, maka kau akan tahu, dari awal Allah sudah mempersiapkan segalanya. Ya, segalanya. Jadi jangan pernah takut.

Seperti berita yang baru-baru saja terdengar ini, tentang kesempatanku untuk bisa pergi ke Jepang karena memenangkan lomba JENESYS 2.0. Itu juga salah satu jalan Allah untukku agar bisa ke Jepang. Ini termasuk cara mudah ke Jepang, berbeda dengan program beasiswa yang akan aku ikuti nanti. Program yang membutuhkan kerja keras, memakan waktu yang lama, dan butuh komitmen yang kuat. Seperti aku katakan tadi, ketika aku telah bermimpi untuk ke Jepang, maka Allah membukakan pintu dari arah yang tidak terduga-duga. Hanya tinggal dari diri kita, berani masuk ke pintu itu dan siap menghadapi cobaan, atau menutupnya dan menunggu-nunggu munculnya pintu-pintu yang lain. Semua tergantung pilihan.

Maka ketika ada beberapa teman yang berkata, “Kamu enak bisa pergi ke Jepang, kami apalah hanya butiran debu,”

Tidak! Tidak enak! Bahkan bisa dibilang kami telah berdarah-darah hingga detik penghabisan. Berapa banyak yang telah dikorbankan, itu bagi kami sebagai bayaran atas apa yang ingin kami raih. Ketika kau bangun di pagi hari, sebenarnya kami telah merangkak sejak tengah malam tadi. Bergelut dengan kelelahan, melawan rasa malas.

Dan kini, hanya tinggal berdoa, agar diberikan umur panjang untuk bisa memijakkan kaki di sana. Juga berdoa agar tidak kufur nikmat, takabur, sombong dan hilang diri. Dan tentu saja rasa gugup sebab tidak pernah punya pengalaman naik pesawat terus mengganggu. Alhamdulillah sebentar lagi aku bisa naik pesawat! Horree!!

Inspirasi Lainnya:

39 komentar

  1. Alhamdulillah :D Tulisannya sungguh memberi semangat.semoga kelak, saya juga bisa menginjakkan kaki di Jepang. Amin. Selamat buat bang Aslan :) semoga perjalanannya ke Jepang dilancarkan, pulang pergi selamat. sampaikan salam kpd kak Isra. Kami merindukannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Dara :)
      Terima kasih atas bantuan doa dan dukungannya yaa..

      Mudah-mudahan bisa jumpa isra di sana juga..

      Delete
  2. ini catatan paling bagus Aslan tulis!
    ruuaarr biasaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti selama ini tulisan aslan ga bagus ya?? ;-(

      Delete
    2. ada bangga Aslan abg koment disini??

      Delete
  3. Replies
    1. terima kasih bang Arie sudah berkunjung :)

      #eh namanya kok Mata Arie bang? mirip Mata Najwa :v

      Delete
  4. Luar biasa Aslan. Tulisan wajib masuk box office Amerika, akan mengalahkan motivasinya mario teguh.
    Sekali lagi selamat aslan. nanti pas ke Jepang, catat semua yang kalian lihat di sana, dan pulang ke Indonesia lalu terbitkan jadi buku ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah rencana memang mau buat buku kak :D
      doakan saja semoga lancar dan mohon bimbingannya :)

      Delete
  5. Selamat ya dek, akhirnya mimpinya terwujud :), teruslah bermimpi karena mimpi itu gratis hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kak... siip akan terus bermimpi :)

      Delete
  6. pertama-tama saya ucapkan selamat untuk bang Aslan yang telah mewujudkan mimpinya ke Jepang.
    bila saya bermimpi dri dulu ke jepang dan sampai 2014 mimpi saya belum terwujud cerita perjalnan bang Aslan bisa terus memotivasi saya agar lebih giat berusaha lgi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau bermanfaat Azhari :)

      salam kenal :)

      Delete
  7. inspiratif sekali aslan. kakak menemukan semangat baru ketika membaca tulisan ini. mungkin kakak juga harus memperbanyak menulis di post it ttg mimpi kakak sekolah di Europa. sukses utk aslan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau terinspirasi kak :)
      aslan juga tersu berusaha ni. Karena kepergian ini bukan tujuan utama sebenarnya. Masih banyak hal yang harus kita raih :)

      Delete
  8. Selamat... Jaga fisik dan kesehatan so pasti. Persiapan yang baik in sha Allah akan membawa hasil yang baik pula. Soal naek pesawat, bawa permen banyak-banyak, #eh nggak juga ding :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk apa permen bang? katanya cuma sakit telinga aja ya? wowowowo jadi pengen naik pesawat ni wkwkwkw

      Delete
  9. Omaigat! Terharu sekali membacanya. You deserve it, Aslan. Good luck! :D

    ReplyDelete
  10. Paling senang sama kalimat "di balik kesulitan, ada kemudahan". Karena itu benar2 ampuh membuat kita agar tetap bersemangat.
    Sukses selalu ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar kak :)

      terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  11. Aslan. KK termotivasi sekali ini. selamat ya Aslan. :)

    ReplyDelete
  12. Mantaps, Aslaan. Bawa pulang kantong ajaib Doraemon ya. Wajib!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhehehe.. doraemon belum lahir kak.. dia kan lahirnya ditahun 2050 :d

      Delete
  13. Selamat ya Aslan dan terimakasih, ceritamu bikin saya makin kuat bercita-cita ke Negeri Matahari Terbit. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.. alhamdulillah.. terima kasih juga bang :)

      Delete
  14. Mantaap!! itulah yang namanya kekuatan mimpi, Aslan.
    Keep writing even you are in Japan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip Isra!
      Semoga aja nanti bukan cuma tulisan blog, tapi buku :)

      Delete
  15. Aslan selamat ya.. :d
    Perjuangan aslan sebanding lurus, hehhehehe :)
    “Kamu enak bisa pergi ke Jepang, kami apalah hanya butiran debu" itu hanya pikiran orang bodoh yang tahu hasilnya bagaimana tapi tidak pernah tahu bagaimana proses pencapaian dari hasil itu sendiri.
    Ibnu bangga sama aslan bukan karena hasil aslan sekarang, tapi karena kerja keras aslan yang luar biasa dan apa pun hasilnya ibnu tetap bangga sama aslan..

    Sekali lagi selamat ya Aslan =)) (o)

    ReplyDelete
  16. Waw..... bener sekai Aslan.. bermimpi n berdoa n berusaha. Selamat ya ? :-)

    ReplyDelete
  17. aku tunggu tulisan yang di jepangnya..
    bek tuwoe kabar-kabari untuk yang di jakarta.
    :d

    ReplyDelete
  18. Assalamualaikum..
    sangat2 inspiratif, gak nyangka aslan sudah terbang ke negeri matahari terbit. sukses terus, semoga bisa terbang ke belahan benua yang lain, supaya bisa terjawab pertanyaan "bagaimana keadaan langit di belahan bumi lain"...
    Salam dari suharyana. :)

    *Blog di bookmark :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam warahmatullah..

      Terima kasih Yana sudah berkunjung :D
      Hehe Alhamdulillah.. Aamiin semoga kita bisa pergi ke belahan benua yang lain yaa :D

      Delete

Tinggalkan Pesanmu Di Sini ^^