Bisnis Yang Mana?

Monday, April 23, 2012 - 11:58 PM WIB - 1 Comments

Oleh : Aslan Saputra

“Mau ikutan bisnis?”

Bagi mahasiswa yang saat ini sedang giat-giatnya ingin ikutan bisnis, pertanyaan ini mungkin sering dijumpai. Namun, apakah kita langsung menjawab “iya” dengan semangat membara bak tentara perang yang hendak menyerbu kawanan musuh? Sebaiknya kita harus meninjau kembali jawaban yang akan kita berikan. Walau iming-iming omset jutaan rupiah perbulan, namun kita juga harus tahu bisnis seperti apa yang akan kita geluti.

Bisnis atau wirausaha merupakan pekerjaan yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah. Selain untuk menunjang perekonomian negara, berwirausaha juga dapat menekan angka kemiskinan dan membuka peluang kerja bagi masyarakat. Bagi yang ingin berlepas diri dari kepenatan rutinitas dibelakang meja, wirausaha merupakan pilihan yang tepat. Banyak pemilik usaha-usaha maju saat ini lebih santai dalam mengelola perusahaannya, bahkan bisa melakukan liburan keluar kota bersama keluarga dan mencoba usaha-usaha yang lain walaupun perusahaannya sudah bertaraf internasional. Peluang untuk stress mungkin bisa dihindari.


Wirausaha biasanya dimulai dari kegemaran pribadi dan hobi yang digeluti. Dengan melakukan pekerjaan yang digemari, usaha yang dirintis juga tidak akan bosan untuk terus dimajukan dan bahkan sering muncul ide-ide “gila” yang malah membuat bisnis semakin meroket. Konsep seperti itulah yang membuat wirausaha merupakan pekerjaan yang mudah, menyenangkan dan menguntungkan.

Walaupun saat ini telah banyak usaha-usaha yang telah besar dan memiliki cabang-cabang di seluruh indonesia dan dunia, sebagian besar mereka memulainya dari sebuah usaha yang kecil. Hal itu bisa dibuktikan dari biografi-biografi pendiri perusahaan-perusahaan dunia. Malah banyak dari mereka yang sebelumnya hidup dengan kehidupan yang jauh dari kesejahteraan. Mungkin itu juga merupakan salah satu alasan banyak orang yang beralih ke wirausaha. 

Usaha yang dari kecil tersebut, mungkin telah melewati waktu yang lama untuk bisa besar dan meluas seperti sekarang, atau mungkin mereka ‘telat’ memulainya. Ada yang memulainya di umur 40-an atau ketika ia telah pensiun dari pekerjaan lamanya. Banyak dari mereka yang menyesal karena telat memulai bisnis mereka. Karena menurut mereka, jika saja dari dulu mereka telah memulai bisnis itu, mungkin omsetnya jauh lebih banyak dari sekarang.

Bagi mahasiswa-mahasiswa yang sebentar lagi selesai dari kuliahnya, memulai bisnis mungkin bisa dijadikan pilihan yang tepat. Apalagi dengan seringnya di adakan acara-acara seminar dan training tentang wirausaha dan entrepreneur, jalan untuk menjadi pengusaha juga menjadi lebih mudah. Para pengusaha sukses juga tidak segan-segannya membongkar rahasia suksesnya di seminar maupun dari buku-buku yang kini mudah ditemukan di toko buku terdekat.

Nah, yang lebih hebohnya, efek-efek dari seminar dan buku-buku itu membuat para mahasisiwa menggebu-gebu untuk segera memulai bisnis. Hal itu terbukti dengan banyaknya usaha-usaha kecil di Indonesia yang dirintis oleh mahasiswa. Bagi kita yang juga berminat untuk berbisnis, mungkin sering di ajak bergabung dengan ide-ide bisnis yang ditawarkan oleh teman,orang tua, guru ataupun dosen. Dengan presentasi singkat mengenai arah bisnis, keuntungan dan sejauh mana kemungkinan keberhasilan usaha itu, tidak sedikit dari kita yang mulai “ngiler” untuk bergabung. 

Sebelum itu, ada baiknya jika kita juga harus melihat bisnis mana yang sesuai dengan kita. Bukannya tidak banyak usaha-usaha yang gulung tikar di pertengahan jalan. Apalagi bagi mereka yang terlalu bersemangat dan akhirnya  meng’iya’kan ajakan dari sumber-sumber bisnis yang dianggap menguntungkan. Jika kita termasuk orang seperti itu maka berhati-hati lah! Karena jika kita terlalu banyak terlibat di bisnis-bisnis yang baru akan mulai, maka kita akan kesulitan untuk fokus pada bisnis tersebut. Maunya omset jutaan rupiah perbulan malah merugi dan melilit hutang disana-sini. Bagi kita yang baru saja bergabung di dunia bisnis, sebaiknya kita konsentrasi saja pada satu usaha terlebih dahulu. Dengan begitu seluruh energi kita akan terkuras disatu titik dan bersiaplah untuk mendapatkan ide-ide ‘gila’ untuk bisnis kita.

Pertimbangkan kembali bisnis-bisnis yang ditawarkan oleh orang-orang terdekat kita, walau kemungkinan keuntungannya besar, namun kita juga harus bijak dalam memilih arah bisnis yang akan kita geluti. Coba kita lihat kembali bidang apa yang kita sukai dan kemampuan apa yang kita miliki. Apabila usaha yang kita rintis nanti berdasarkan kemampuan dan kegemaran kita, maka yakinlah usaha itu juga akan besar dan maju. InsyaAllah.

Inspirasi Lainnya:

1 komentar

  1. Pertimbangkan sejenak, langkahnya banyak. Action dulu ntar ilmunya dapat sendiri.

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesanmu Di Sini ^^