Rezeki itu sudah ada yang mengatur

Friday, March 22, 2013 - 8:07 AM WIB - 1 Comments

Oleh : Aslan Saputra


Bukannya tidak sedikit orang yang merasa di tidak adili oleh Tuhan. Terkadang mata sering silau melihat orang lain yang sedang bahagia mendapatkan ‘rezeki lebih’. Bahkan yang lebih ironi nya, sumber-sumber ‘rezeki lebih’ itu sering dikaitkan dengan metode-metode halus yang hanya bisa dilakukan pada jabatan-jabatan yang tinggi. Jadilah mereka kufur terhadap nikmat yang telah Allah beri kepada mereka.

Kalau dicermati, sebenarnya setiap dari kita telah diberikan quota rezeki masing-masing. Bukan masalah pekerjaan apa yang kita geluti maupun sebesar mana kantor kita. Lebih jauh dari itu,  Semua itu telah Allah atur jauh sebelum kita dilahirkan di muka bumi ini. Semua rezeki kita telah dicatat seadil mungkin di lauhul mahfudz, sebab Allah adalah Zat yang Maha Adil.

Nah, sebagai contoh soal, mari kita lihat sejenak kondisi beberapa umat manusia yang telah Allah gariskan rezekinya.

Pernahkah anda jalan-jalan kepasar tradisional? Ya, pasti disana kita banyak menemukan pedagang wortel,tomat,singkong,kangkung, dan segala jenis sayuran lainnya. Ada juga yang menjual bumbu-bumbu masakan, rempah-rempah, peralatan masak dan segala yang kita jumpai disana. Nah, coba perhatikan baik-baik. Antara tempat jualan pedagang yang satu dengan yang lainnya hanya berjarak 30 sampai 40 sentimeter. Tapi kenapa mereka bisa tetap eksis berdagang tanpa pernah kekurangan rezeki? Bukankah mereka satu sama lainnya adalah saingan? Tetapi tidak pernah kita lihat ada pedagang yang dagangannya tidak laku sedikitpun karena pembeli nongkrong di pedagang sebelahnya.

Itulah Rezeki. Entah bagaimana caranya, masing masing dari pedagang tersebut telah ditentukan berapa orang pembeli yang akan mampir ke tokonya. Bahkan kita pasti pernah, ketika berhadapan dengan deretan penjual sayur, entah kenapa ada satu pedagang yang membuat kita tertarik hingga kita memilih untuk ke tokonya. Pernahkah kita menyadari bahwa Allah menggerakkan hati kita untuk membeli di tempatnya? Itulah rezekinya.

Wah, kalau memang rezeki sudah di plot sedemikian rupa, untuk apa lagi susah-susah kerja. Itu adalah pemikiran yang salah. Seperti apa kerja kita sekarang hingga menghasilkan lembaran-lembaran rupiah, itu semua adalah cara bagi Allah untuk menurunkan rezekinya. Ingat! Rezeki Allah ada di tempat yang tidak terduga. Bisa jadi kadang kita melewatkannya, dan bisa jadi pula kita terkejut karena kebanjiran rezeki dengan cara yang tidak disangka-sangka. Intinya, bertebaranlah di muka bumi Allah ini untuk mencari rezeki.

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS.At-Thalaq(65):2-3)

Inspirasi Lainnya:

1 komentar

  1. Kalau ada rezeki hari ini, insyaallah besok pun ada. Tinggal kemauan kita saja untuk menjemputnya. :)

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesanmu Di Sini ^^